Pengelolaan Sampah

Pengelolaan Limbah(Sampah) Dengan Cara Yang Aman, Efektif Dan Efisien

 Oleh: Edy Hartono

Latar Belakang:

Sampah yang menjadi salah satu masalah yang sangat sulit di pecahkan, semakin hari sampah-sampah non organic yang semakin menumpuk dan membutuhkan penanganan yang serius karena bahan-bahan nonorganic jika tidak diolah dengan benar akan menimbulkan dampak negative di lingkungan hidup kita. Karena seperti kita ketahui sampah nonorganic tidak dapat dengan mudah hancur di dalam tanah dan jika dibakarpun akan menimbulkan pencem,aran udara dari gas hasil pembakaran tersebut. Maka daripada itu, mulai sekarang kita sebagai generasi muda harus dapat mengembangkan ide kreatif dan berfikir secara bijak dalam mengatasi masalah sampah ini. Dimana kita mungkin dapat mengolah sampah-sampah nonorganic yang ada disekitar kita yang memiliki daya guna lebih ataupun mungkin daya jual dan yang terpenting dpat membantu pelestarian lingkungan tampa menimblkan masalah lain.

Disini penulis ingin mengungkapkan salah satu cara penanggulangan sampah nonorganic. Penulis ingin mengembangkan suatu daya kualiitas yang dapat menyelamatkan lingkungan dengan cara mendaur ulang bahan nonorganic berupa karung plastic beras yang tidak mudah terurai dalam tanah menjadi sebuah barang yang bermanfaat.

Karena banyak di sekitar kita, penulis menjumpai sampah-sampah seperti ini terbuang begitu sajatanpa diolah. Dan sampah seperti tersebut dapat menimbulkan pencemaran tanah di lingkungan dan juga menyebabkan banjir bila tersangkut di jalan air. Maka, dengan alasan-alasan tersebut melatar belakangi kami untuk membuat suatu cara pengolahan ini, selain juga untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru IPA penulis yaitu Bapak Bagus Sanjaya, ST. Disini penulis ingin memberikan suatu cara pengolahan salah satu sampah plastic yang dapat digunakan sebagai suatu referensi untuk menyangi dan melindungi lingkungan dari masalah sampah tersebut

 

LANDASAN TEORI

Pengertian limbah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, sebernarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. Sampah dapat  berada pada setiap fase padat, cair, atau gas Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi .

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton

Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai: Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.

Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.  Sampah ini mungkin mengandung patogen. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi: Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.  Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain. S

Pembahasan

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan proddduk/material bekas pakai dan komponen utama dalam menagement sampah modern dan bagian ketiga dalam hierarki sampah 3R ( reuse, reduce, dan recycle ). Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastic, logam tekstil, dan barang elektronik. Meskipun pada proses daur ulangnya berbeda.

Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.

Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirib dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dari dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang ialah ekstraksi material berharga dari smapah, seperti misalnya emas dari prosesor computer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkunganseperti merkuri.  Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat. Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.

Metoda Pembuangan

    Penimbunan darat

Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg tidak terpakai , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yg dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)

Kendaraan pemadat sampah penimbunan darat.

Karakteristik desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.

Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.

Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur. Sampah yang biasa dikumpulkan adalah, kaleng baja makanan/minuman, Jenis plastik lain juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

Pengkomposan.

Material sampah ((organik)) , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

 Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara “perlakuan panas” bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis(campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan “pengurangan sampah”. Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama.

Pengamatan lingkungan

      Untuk membuat karya daur ulang ini, penulis melakukan pengamatan di sekitar linkungan rumah dan sekolah. Agar kami dapat menemukan masalah-maslah di sekitar penulis yang dapat dijadikan suatu karya yang bermanfaat bagi lingkungan dan juga bagi diri pribadi. Dari hasil pengamatan tersebut penulis menemukan berbagai maslah sampah dan limbah yang menjadi bahan  untuk di daur ulang menjadi barang baru. Dari berbagai masalah tersebut penulis memilih untuk mendaur ulang karung beras plastic untuk di jadikan objek daur ulang. Dimana karung plastic bekas ini danyak ada di sekitar lingkungan tempat tinggal penulis. Selain sudah tidak digunakan, karung plastic ini juga terbengkalai begitu saja dan menjadi sampah yang merusak tanah di halaman belakang penulis. Selain itu karung plastic ini juga begitu banyak dan mudah di jumpai dimana saja.

Setelah mendapatkan bahan dasar pembuatan karya daur ulang ini yang berupa karung plastic beras. Penulis menentukan apa yang dapat di hasilkan dari barang limbah tersebut. Setelah penulis merundingkan hal apa yang akan di buat dari limbah tersebut, penulis pun menyepakati untuk membuat sebuah perlengkapan berupa “tempat pensil”.

      Dari alat dan bahan di atas, kami mulai mengerjakan karya ini dengan   pertama-tama membuat  pola pada karung beras, pola berbentuk persegi dengan ukuran 20 X 20 cm   setelah itu, pangsangkan lesleting, bagian ini membutuhkan bantuan tukang jahit.  setelah itu jaritlah suatu gambar atau tulisan di bagian luar tempat pensil dengan menggunakan benang wol pada bagian luar tempat pensil debagai pemanis dan aksesoris pelengkap agar tempat pensil terlihat lebih indah dan menarik.

Dari semua hal yang telah penulis amati dan lakukan maka penulis semua yang penulis lakukan dalam bentuk laporan ini. Dimana laporan ini disusun berdasrkan semua pengamatan dan sumber-sumber pengetahuan tentang sampah yang kami dapat untuk melengkapi laporan ini.

Setelah penulis menyelesaikan hasil karya dan menyusun laporan, maka untuk memastikan semua sudah selesai sesuai dengan harapkan untuk itu penulis melakukan peninjauan kembali terhadap hasil karya dan juga memeriksa kembali laporan yang telah disusun agar dapat dicetak sesuai dengan harapan.

 

Kesimpulan

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses Sampah dapat di bedakan menurut: sifatnya, bentuknya, kemampuannya diurakan oleh alam, sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi.Untuk menanggulangi smapah dapat dilakukan dengan daur ulang sampah, metode pembuangan, konsep pengelolaan sampah yang benar dan pendidikan serta peningkatan kesadaran akan sampah.

Dari hasil pengamatan maka dapat dihasilkan karya daur ulang yang menggunakan karung beras plastic yang dapat dijadikan tempat pensil yang menarik. Serta dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan tempat pensil serta dapat mengurangi yang namanya sampah karung plastic.


 DAFTAR PUSTAKA

Hadiwijoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Penerbit Yayasan Idayu:Jakarta

Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. 1998. Laporan Neraca Kualitas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta: Jakarta.

  1. Januari 17, 2014 pukul 7:40 pm

    (Consult owner’s manual for information about tire pressure and oil grade.
    My dog likes carrots, peas, and other veggies mixed with his
    food. In addition, a transmission system, one of the key
    hindrances to many renewable energy projects, has been started with the help
    of Google to help jump start offshore wind farms on
    the Atlantic Coast.

  2. Agustus 7, 2014 pukul 2:22 pm

    Hi to all, how is everything, I think every one is getting
    more from this web site, and your views are good in favor of new viewers.

  3. Agustus 12, 2014 pukul 1:20 am

    all the time i used to read smaller posts that also clear their
    motive, and that is also happening with this post which I am reading at
    this place.

  4. Agustus 16, 2014 pukul 2:56 pm

    hello there and thank you for your info – I have definitely picked up something new from right
    here. I did however expertise several technical points using
    this site, since I experienced to reload the site a lot of times previous to I could get it to load correctly.

    I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but
    sluggish loading instances times will very frequently affect your placement
    in google and can damage your high-quality score if advertising and marketing with Adwords.

    Anyway I am adding this RSS to my e-mail and can look out for much more
    of your respective exciting content. Ensure that you update this again very soon.

  5. September 2, 2014 pukul 8:24 pm

    Great post. I’m dealing with many of these issues as well..

  6. September 15, 2014 pukul 2:12 pm

    Generally I don’t learn article on blogs, but I wish to say that this write-up very pressured me to check out and do so!
    Your writing taste has been amazed me. Thank you, quite great article.

  7. September 21, 2014 pukul 4:32 pm

    My brother suggested I might like this web site.
    He was totally right. This post actually made my day.
    You can not imagine simply how much time I had spent for
    this info! Thanks!

  8. September 26, 2014 pukul 9:59 pm

    Hello! I realize this is sort of off-topic but I needed
    to ask. Does managing a well-established website such
    as yours require a lot of work? I’m completely new to operating a blog
    but I do write in my diary everyday. I’d like to start a blog so I can easily share my personal experience and
    thoughts online. Please let me know if you have any recommendations or tips for new aspiring blog owners.
    Appreciate it!

  9. Oktober 3, 2014 pukul 8:39 pm

    TOSAMO (Tong Sampah Monster) adalah Tong Sampah Karakter dari bahan Fiberglass yang siap melumat segala jenis sampah organik dan non-organik serta limbah lainnya.

  10. Oktober 5, 2014 pukul 8:40 am

    It’s difficult to find experienced people about this subject, but
    you sound like you know what you’re talking about!

    Thanks

  11. Oktober 10, 2014 pukul 1:01 pm

    What’s up everyone, it’s my first pay a quick visit at this website, and
    piece of writing is in fact fruitful for me, keep up posting such content.

  12. Desember 1, 2015 pukul 9:44 pm

    great post!

  1. Juni 12, 2014 pukul 12:23 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: