Manajemen Perserta Didik

Manajemen Perserta Didik

oleh: Edy Hartono


A. PENDAHULUAN

Manajemen kurikulum, sarana dan prasarana, peserta didik, teniksi(guru) dan anggaran dana merupakan komponen pendukung untuk keberhasilan penyelenggaraan pada lembaga pendidikan (sekolah). Komponen  tersebut merupakan suatu kesatuan dalam upaya pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah), artinya bahwa satu komponen tidak lebih penting dari komponen lainnya. Satu komponen memberikan dukungan bagi komponen lainnya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pencapaian tujuan lembaga pendidikan (sekolah) tersebut. Komponen peserta didik keberadaannya sangat dibutuhkan, terlebih bahwa pada pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, peserta didik merupakan subyek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan. Olehkarena itu keberadaan peserta didik tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi harus merupakan bagian dari kebermutuan dari lembagaan pendidikan (sekolah). Maksudnya bahwa diperlukan suatu manajemen peserta didik yang berkualitas tinggi bagi lembaga pendidikan (sekolah) itu sendiri. Sehingga peserta didik itu dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Kebutuhan setiap peserta didik dalam mengembangkan dirinya pasti berbeda satu sama lain yang menjadi prioritas, seperti disatu sisi para peserta didik ingin sukses dalam hal prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam segala hal. Pilihan- pilihan yang tepat atas keberagaman keinginan tersebut tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Oleh karena itu diperlukan layanan bagi peserta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen peserta didik berupaya mengisi kebutuhan akan layanan  yang baik tersebut, mulai dari peserta didik tersebut mendaftarkan sekolah sampai pesertadidik tersebut menyelesaikan studi di sekolah tersebut.

B. Pencatatan data peserta didik

Pencatatan merupakan sebuah kegiatan yang digunakan suatu peristiwa, atau untuk mengabadikan sesuatu yang dianggap penting dan berguna oleh seseorang. Sedangkan data berasal dari kata jamak datum dalam bahasa inggris berarti suatu yang diketahui atau dianggap.  Sesuatu yang telah terjadi disebut fakta. Sedangkan menurut Austin CJ, data adalah fakta kasar atau gambaran yang dikumpulknan dari kedadaan tertentu, jadi data adalah fakta yang belum diolah dan masih kasar.

Syarat data. Syarat dari sebuah data dianggap baik dan berguna mempunyai kriteria:

    1. Data harus obyektif, artinya data itu menggambarkan seperti apa adanya.
    2. Data harus mewakili.
    3. Data harus mempunyai kesalahan baku ( standar error) yang kecil (apabila data merupakan suatu  perkiraan). Keslahan baku merupakan simpangan baku suatu perkiraan dan digunakan untuk mengukur tingkat ketelitian. Makin kecil keslahan bak suatu perkiraan, makin telitilah perkiraan tersebut.
    4. Data harus tepat waktu, syarat tepat waktu penting sekali jika data tersebut akan digunakan untuk mengontrol pelaksanaan data perencanaan sehingga persoalan yang terjadi dapat diketahui untuk segera diatasi, dikoreksi  dan dipecahakan.
    5. Data harus mempunyai hubungan dengan persoalan yang dipecahkan.
    6. Sifat data

Sifat Epidmiologis mencakup 3 (tiga) aspek:

      • Waktu yaitu saat kejadian dicatat dan dilaporkan.
      • Tempat yaitu lokasi kejadian dicatat dan dilaporkan.
      • Orang yaitu siapa atau subjek pencatatan dan pelaporan.

Sifat cakupan data yang dicatat dan dilaporkan:

      • Apakah cakupan waktu bersifat tunggal/potongan waktu.
      • Majemuk : bersifat rangkaian waktu.
      • Cakupan tempat bersifat spesifik: mewakili suatu daerah tertentu.
      • Cakupan orangnya: kelompok/ perorangan.

Sumber data:

      • Data internal merupakan data yang berasal dari dalam organsasi itu sendiri.
      • Data eksternal merupakan data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di luar organsasi itu sendiri.

Pencatatan data merupakan proses untuk memasukkan data ke dalam media penyimpan data.  Jika media tersebut berupa buku, pencatatan data dilakukan dengan menulis pada lembar-lembar buku. Jika media tersebut berupa perangkat komputer, pencatatan data dilakukan dengan mengetik melalui keyboard, penggunaan pointer mouse, alat scanner atau kamera. Proses administrasi peserta didik (siswa) adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta dilakukan pembinaan secara kontinu terhadap seluruh pegawai (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara efektif dan efisien pada siswa, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Secara kronologis operasional, rentangan kegiatannya  mulai dari penerimaan peserta didik baru sampai mereka meninggalkan sekolahnya (eksit), karena telah tamat, meninngal dunia, putus sekolah atau karena sebab-sebab lain sehingga ia terdaftar lagi sebagai peserta didik sekolah tersebut.

Data sangat erat kaitanya dengan administrasi, data yang dikumpulkan dan disusun serta saling terkait satu sama lainnya dapat disebut sebagai administrasi. Dalam dunia pendidikan Guru sangat berperan dalam pengolahan data/ administrasi kesiswaan. Siswa merupakan salah satu sub-sistem yang penting dalam sistem  pengelolaan pendidikan di sekolah.  Administrasi kesiswaan dilakukan agar transformasi siswa menjadi lulusan yang dikehendaki oleh tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Administrasi kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar-mengajar yang efektif. Dari sinilah betapa pentingnya administrasi kesiswaan bagi sekolah khususnya sekolah dasar, menengah dan atas. Khusus dalam bidang adminitrasi kesiswaan. Kepala sekolah selaku koordinator pelaksana administrasi kesiswaan bertanggung jawab penuh atas terlaksananya kegiatan keadministrasian tersebut, diantaranya yaitu kegiatan :

    1. Penerimaan siswa baru
    2. Pengelompokan siswa
    3. Kehadiran dan ketidak hadiran siswa di sekolah
    4. Penilaian kemajuan siswa
    5. Laporan kemajuan siswa
    6. Naik tidaknya siswa
    7. Bimbingan kepada siswa
    8. Pelayanan kesehatan siswa
    9. Mutasi siswa

Sebuah data dan informasi yang dapat menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan siswa baik perorangan maupun kelompok perlu dihimpun, dicatat dan diperlihara secara cermat dan teratur, sejak pertama kali siswa terdaftar di sekolah sampai siswa tersebut tamat sekolah. Rangkaian kegiatan ini tidak selamanya dikerjakan kepala sekolah tetapi ia melimpahkan sebagian pekerjaan ketata-usahaan kepada guru dan pegawai tata usaha. Ikut sertanya guru dalam hal mengerjakan urusan administrasi sekolah secara keseluruhan adalah wajar, karena administrasi kelas merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada administrasi sekolah. Dengan demikian guru khususnya guru kelas dan wali kelas tidak dapat melepaskan diri dari urusan administrasi kelas dan sekolah, karena seorang guru sekolah dasar/menengah dan atas, pada hakekatnya adalah seorang administrator pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, maka kepala sekolah, kepala tata usaha dan guru bersama-sama petugas ketatausahaan lainnya memikul tanggung jawab dalam hal mengurusi adminitrasi kesiswaan khususnya dalam menghimpun, mencatat, memelihara data/atau informasi seluruh aspek perkembangan siswa.

C. LAYANAN KHUSUS

Layanan Khusus yang Menunjang Manajemen Peserta Didik:

    1. Layanan Perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada pesertadidik, dengan maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayaniinformasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka.
    2. Layanan Kantin/Kafetaria. Kantin/ warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya makanan yangdibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para gurudiharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelolakantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peran lain kantin sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran mencari makanan keluar lingkungan sekolah.
    3. Layanan Kesehatan. Layanan kesehatan di sekolah biasanya dibentuk sebuah wadah bernama Usaha KesehatanSekolah ( UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yangdijalankan sekolah.
    4. Layanan Transportasi Sekolah. Sarana angkutan (transportasi) bagi para peserta didik merupakan salah satu penunjang untuk kelancaran proses belajar mengajar. Transportasi diperlukan terutama bagi para peserta didik ditingkat prasekolah dan pendidikan dasar.
    5. Layanan Asrama. Bagi para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikantinggi, terutama bagi mereka yang jauh dari orang tuanya diperlukan diperlukan asrama.Selain manfaat untuk peserta didik, asrama mempunyai manfaat bagi para pendidik dan petugas asrama tersebut.
    6. Layanan Bimbingan dan Konseling. Menurut Hendyat Soetopo bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan kepadasiswa dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya kesulitan yangdihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga mereka memahami dan mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

D. Kesimpulan

Manajemen Peserta Didik  adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan diluar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti penggembangankeseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.Tujuan Manajemen Peserta Didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan(sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalanlancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuansekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.Fungsinya Manajemen Peserta Didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segiindividualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi peserta didik lainnya .Adapun prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik antara lain adalah penyelenggaraharus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan. ManajemenPeserta Didik harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuanmanajemen sekolah secara keseluruhan. Segala bentuk kegiatan haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik, diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan dan punya banyak perbedaan,sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik, mendorong dan memacukemandirian peserta didik, fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.

E. REFERENSI

Austin, CJ. 1983. Information system for hospital administrations. Michigan: Prentice Hall

Martinis. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press

Mulyasa. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Rohiat. 2009. Manajemen Sekolah. Bandung: PT Refika AditamaTim Dosen Administrasi Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: AlfabetaYamin

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: