Beranda > science > Jangan makan permen mint sambil minum air berkabonasi

Jangan makan permen mint sambil minum air berkabonasi

Saya tertarik melakukan percobaan ini karena beberapa orang orang berpendapat bahwa permen mint akan bereaksi jika dimasukkan kedalam  minuman bersoda atau berkarbonasi . percobaan ini  dilaksanakan pada hari Senin, 21 November 2011 di  Laboratorium IPA FMIPA UNY, hasilnya menunjukkan hasil bahwa minuman bersoda tersebut menyembur dari dalam botol dan menghasilkan gelembung-gelembung udara.

Hal ini karena air soda atau minuman berkarbonasi memiliki rumus kimia H2CO3. Untuk membuat air soda, komponen yang paling penting adalah air dan gas karbondioksida. Air soda memang dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida (CO2) ke dalam air. Minuman berkarbonasi pada dasarnya merupakan minuman yang tidak memiliki kandungan alkohol.

Karbonasi terjadi ketika gas CO2 terlarut secara sempurna dalam air. Proses ini akan menghasilkan sensasi karbonasi “fizz” pada air berkarbonasi. Hal tersebut diikuti dengan reaksi keluarnya buih (foaming) pada minuman soda yang tidak lain adalah proses pelepasan kandungan CO2 terlarut di dalam air.

Sama seperti oksigen, karbondioksida merupakan gas yang banyak terdapat di alam. Karbondioksida merupakan gas yang kita keluarkan saat bernapas dan diambil oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Bila diinjeksi ke dalam air dengan tekanan tinggi, karbondioksida akan membentuk asam karbonat. Asam karbonat tersebutlah yang bertanggung jawab terhadap timbulnya sentuhan khas soda di mulut (mouthfeel) dan perasaan yang mengigit (bite) pada saat minuman berkarbonasi diminum.

Kelarutan gas karbondioksida sedemikan rupa, sehingga dapat bertahan dalam cairan pada suhu ruang. Minuman berkarbonasi atau berisi karbon dioksida diberi tekanan tinggi sehingga karbon dioksida, yang sesungguhnya adalah gas, dapat larut dalam minuman cair. Pada saat larut dalam air, CO2 memberikan rasa asam sehingga dapat menurunkan pH menjadi sekitar 3,2–3,7

Ketika Mentos dimasukkan ke dalam soda, gelatin dan gum arabika dari permen ini melarut dan memecah tekanan permukaan. Hal ini akan mengganggu kestabilan air, sehingga usaha air untuk memperluas dan membentuk gelembung baru berkurang. Setiap permen mentos memiliki ribuan pori-pori yang berfungsi sebagai tempat yang sempurna untuk karbondioksida dalam membentuk gelembung (nucleation sites). Begitu mentos masuk ke dalam soda, gelembung akan memenuhi permukaan soda. Kemudian, permen ini akan tenggelam dengan cepat ke dasar, menyebabkan karbondioksida akan dilepaskan dari minuman berkarbonasi. Alhasil, terjadilah peningkatan tekanan cairan dan cairan akan keluar dari botol.

Jika mentos dimasukkan ke dalam botol minuman berkarbonasi, maka akan terjadi semburan. Minuman berkarbonasi mengandung karbondioksida yang dimampatkan, dikurung oleh molekul-molekul air yang saling menarik. Dalam kondisi normal, karbondioksida akan sulit lepas ke udara, karena untuk memecah tegangan permukaan ini dibutuhkan energi. Pada saat dimasukkan ke dalam botol minuman berkarbonasi, permen mentos meleleh dan memecahkan tegangan permukaan ini. Selain itu, permukaan mentos terdiri dari banyak lubang-lubang kecil. Ini adalah tempat yang cocok untuk berkumpulnya molekul-molekul karbondioksida. Saat mentos dimasukkan ke dalam botol minuman berkarbonasi akan terjadi banyak gelembung-gelembung karbondioksida. Ini terjadi sangat cepat, dan peningkatan tekanan yang tiba-tiba ini yang mendorong cairan ke luar botol.

bagaimana kalau itu semua terjadi didalam perut,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?????

Untuk itu saya menghimbau pada kawan-kawan semua, agar tidak makan perment sambil minum air soda atau berkabonasi

Kategori:science
  1. Ensu
    Februari 26, 2014 pukul 9:06 am

    Reviewnya ok.Terimakasih.Sy jd terbantu utk mnjlskn beberapa hal yg sblmny sy kurang pahami utk disampaikn kmbl k peserta didik.

    Sy udah pake percobaan mentos vs cola utk pembelajaran laju reaksi bagian faktor luas permukaan bidang sentuh.Dan sbg pembanding,sy gunakan permen lain dg permukaan lbh licin (asumsi:semakin licin luas permukaan makin kecil,reaksi mkn lambat) yaitu permen kiss vs cola.Ternyata terbukti gas CO2 dr mentos vs cola > kiss vs cola.

  2. Maret 4, 2014 pukul 12:42 am

    Your means of explaining everything in this piece of writing is actually good, all be capable of easily
    know it, Thanks a lot.

  3. Maret 4, 2014 pukul 2:19 am

    I’m not that much of a online reader to be honest but your sites really nice, keep it up!

    I’ll go ahead and bookmark your site to come back down
    the road. All the best

  4. Maret 5, 2014 pukul 6:54 pm

    My brother recommended I would possibly like
    this website. He was once totally right. This post actually made
    my day. You cann’t believe simply how much time I had spent for this information!
    Thank you!

  5. Mei 1, 2014 pukul 7:44 pm

    Why peߋple still use to read news papers wheո in this technological globe the whole thuiոg
    is avawilable on net?

  6. Mei 2, 2014 pukul 8:33 pm

    Fantastic blog! Do you have any suggestions for aspiring writers?
    I’m hoping to start my own site soon but I’m a little lost on everything.
    Would you advise starting with a free platform like WordPress or
    go for a paid option? There are so many choices out there that I’m completely overwhelmed ..
    Any recommendations? Bless you!

  7. Mei 15, 2014 pukul 1:07 pm

    Post writing is also a excitement, if you know afterward you can write otherwise
    it is difficult to write.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: