Beranda > Education, science > Jenis Keterampilan Dasar

Jenis Keterampilan Dasar

Jenis Keterampilan Dasar

Khusus untuk keterampilan proses dasar, keterampilan proses meliputi mengamati, mengklasifikasi, mengamati, mengukur, berkomunikasi, memprediksi, mengenal hubungan ruang dan waktu, dan mengetahui hubungan angka.  Pada bab ini akan dibahas tentang mengukur dan bagaimana berkomunikasi yang baik.

Pengukuran adalah penentuan skala, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap standar atau unit pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir segala sesuatu dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen. Keterampilan diukur dengan Esler dan Esler dapat dikembangkan melalui kegiatan yang terkait dengan pengembangan unit sesuai panjang, luas, isi, waktu, berat, dan sebagainya. Abruscato menyatakan bahwa mengukur adalah cara yang kita lakukan untuk mengukur pengamatan. Sementara itu, menurut Carin, mengukur adalah membuat observasi kuantitatif dengan membandingkan terhadap standar atau standar non-konvensional Konvensional. (Nasution, 2007).

Keterampilan dalam mengukur memerlukan kemampuan untuk menggunakan alat-alat ukur benar dan kemampuan untuk menerapkan metode perhitungan menggunakan alat-alat ukur. Langkah pertama dalam proses pengukuran lebih menekankan pada pertimbangan dan pemilihan instrumen (alat) mengukur hak untuk menggunakan dan menentukan objek sautu perkiraan tertentu sebelum melakukan pengukuran dengan alat ukur untuk mendapatkan ukuran yang tepat. Untuk melakukan latihan pengukuran, bisa menggunakan alat ukur yang dibuat atau dikembangkan dari benda-benda yang ada di sekitar. Sementara pada tahap selanjutnya, menggunakan alat ukur standar yang telah digunakan sebagai alat ukur. Sebagai contoh, dalam pengukuran jarak, bisa menggunakan sepotong kayu, benang, ukuran tangan, atau kaki sebagai unit pengukuran.Sedangkan dalam pengukuran isi, bisa menggunakan benih atau tombol untuk dimasukkan untuk mengisi benda yang akan diukur. Contoh kegiatan diukur dengan alat ukur standar / baku adalah siswa memperkirakan dimensi linear dari objek (misalnya, yang dalam kelas) dengan menggunakan unit sentimeter (cm), dekameter (dm), atau meter (m). Kemudian siswa dapat menggunakan meteran (alat ukur, penggaris atau penggaris) untuk pengukuran benda sebenarnya.

Keterampilan Berkomunikasi

Secara harfiah, itu adalah hubungan, sementara komunikasi dapat ditafsirkan berhubungan. Tersirat dalam kata mengkomunikasikan keberadaan interaksi, yang terjadi setidaknya antara dua pihak. Interaksi atau komunikasi yang terjadi karena ada sesuatu, yang dapat mencakup informasi atau pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, definisi komunikasi biasanya termasuk orang-orang yang berkomunikasi dan comunicated. Komunikasi sesuatu yang dapat dilihat sebagai suatu proses penyampaian informasi. Dalam pengertian ini, keberhasilan komunikasi tergantung pada bahan dan cara-cara pengaturan pengiriman, sedangkan pengirim dan penerima tidak komponen yang menentukan. Komunikasi adalah gagasan dari suatu proses penyampaian kepada orang lain, definisi ini secara implisit menempatkan pengirim pesan sebagai penentu utama keberhasilan, sedangkan penerima dianggap sebagai objek pasif. Komunikasi didefinisikan sebagai proses menciptakan rasa ide atau gagasan yang disajikan.Pemahaman ini memberikan pesan seimbang antara pengirim pesan, pesan yang disampaikan, dan penerima, yang merupakan komponen utama ketiga dalam proses komunikasi. Pesan dapat disimpulkan dengan berbagai media, tetapi pesan memiliki makna hanya jika pengirim dan penerima nesan mencoba untuk menciptakan makna.
Dilihat dari proses, komunikasi dapat dibagi menjadi komunikasi verbal dan nonverbal.Komunikasi verbal adalah komunikasi dalam bahasa, baik bahasa lisan dan tulisan.Sementara komunikasi adalah komunikasi nonverbal menggunakan tanda-tanda, isyarat, gambar, simbol, ekspresi wajah, dan sebagainya. Komunikasi adalah suatu proses, bukan hal yang statis. Implikasi dari hal ini adalah komunikasi yang memerlukan hasil, dinamis dalam perubahan dalam upaya untuk mencapai hasil, melibatkan interaksi dengan, dan melibatkan kelompok. Pengirim pesan untuk mengkodekan, adalah untuk merumuskan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk kode yang sejauh mungkin ditafsirkan oleh penerima pesan. Sebagai contoh, pramuka menggunakan bahasa isyarat / Morse, sebagai kode, atau seorang penjaga pintu kereta menggunakan bendera merah sebagai kode. Penerima kemudian menerjemahkan pesan atau men-decode kode disampaikan oleh pengirim pesan. Keberhasilan atau kegagalan komunikasi atau tujuan komunikasi tercapai atau tidak tergantung pada tiga komponen.
Abruscato Menurut (Nasution, 2007) untuk berkomunikasi adalah untuk memberikan pengamatan yang dikumpulkan atau menyampaikan hasil penyelidikan. Menurut Esler dan Esler (Nasution, 2007) dapat dikembangkan untuk mengumpulkan informasi dari grafik atau gambar yang menggambarkan benda-benda dan peristiwa dalam acara rinci.Kegiatan untuk keterampilan ini dapat dibuat kegiatan dan menginterpretasikan informasi dari grafik, Charta, peta, gambar, dan lain-lain. Sebagai contoh, siswa mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan deskripsi objek secar detail peristiwa tertentu. Siswa diminta untuk mengamati dan mendeskrifsikan beberapa jenis hewan-hewan kecil (seperti ukuran, bentuk tekstur, warna, dan bagaimana gerak-nya), siswa menjelaskan Kemudain deskrifsi tentang obyek yang diamati di depan kelas.

Referensi:
Moedjiono murah Moh. Dimyati. 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud
Nasution, Noehi, dkk.2007. Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Sumantri, Mulyani murah Johar Permana.1998 / 1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud

About these ads
Kategori:Education, science
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: